PPP Nasdem Berebut Kursi Dumai 2

Administrator
65 view
PPP Nasdem Berebut Kursi Dumai 2
NET.
Ilustrasi.

Siapa yang bakal mengisi kursi Dumai 2 (baca; wakil walikota) pasca meninggalnya Uwo Amris masih menjadi teka-teki. Namun yang pasti, kursi tersebut menjadi hak partai politik pengusung, yakni Nasdem dan PPP.

BELUMgenap 100 hari pasca dilantik menjadi wakil Walikota Dumai, Amris, Ssy yang akrab disapa Uwo berpulang ke Rahmatullah setelah sempat menjalani perawatan medis kurang lebih 17 hari akibat terdampak Virus Covid 19. Uwo Amris meninggaldi RS Syafira Pekanbaru, Kamis 29 April 2021 sekitar pukul 10.20 WIBdan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kota Dumai.

Meninggalnya Uwo Amris tentu berdampak terhadap kekosongan kepemimpinan di daerah. Untuk mengisi kekosongan itu harus ada pengganti yang kemudian mengisi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berhalangan tetap.

Proses penggantian kepala daerah atau wakil kepala daerah yang berhalangan tetap atau meninggal dunia alur dan mekanismenya sudah dijelaskan dalam Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang (UU No 10/2016 Pilkada)

Pasal 176 ayat (1) dinyatakan bahwa dalam hal Wakil Kepala Daerah berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Kepala Daerah dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.

Dalam ayat (2) dalam pasal yang sama dijelaskan bahwa Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Kepala Daerah untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Mengacu pada aturan yang berlaku serta kondisi yang ada saat ini, maka dua nama politisi Dumai, yakni H Samsul Bahri, SH dan Hj Haslinar, SSos, MSi memiliki peluang besar untuk menduduki kursi yang ditinggalkan oleh almarhum Uwo Amris tersebut. Apalagi mereka berdua sama-sama memiliki andil besar untuk mengantarkan pasangan Paisal-Amris ke kursi Walikota dan Wakil Walikota Dumai pada Pilkada 2020 lalu.

H Samsul Bahri sendiri merupakan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Dumai sekaligus dipercaya sebagai Ketua Koalisi Partai Pedukung PAS (Paisal-Amris) pada Pilkada lalu. Politisi “bertangan dingin” yang kerap memenangkan agenda Pilkada di Dumai itu juga pernah tercatat sebagai anggota DPRD Dumai.

Sementara Hj Haslinar merupakan pentolan Partai NasDem yang saat ini duduk sebagai Ketua Komisi I DPRD Dumai. Pengaruh istri mantan Walikota Dumai, H Zulkifli AS ini dalam meraup dukungan massa saat Pilkada lalu juga tidak diragukan. Malah sang suami kabarnya juga ikut memberikan dukungan.

Menurut sumber yang layak dipercaya, kedua politisi itu kabarnya telah melakukan pergerakan politik serta upaya lobi-lobi untuk memuluskan langkah menuju kursi wakil walikota. Tidak hanya bergerak sendiri, namun beberapa pihak yang bersimpati terhadap mereka juga ikut turun tangan. Komunikasi dan pendekatan terhadap berbagai pihak informasinya sudah dilakukan.

Malah, Samsul Bahri mendapat dukungan penuh dari DPW PPP Riau untuk diusulkan menjadi calon wakil walikota menggantikan almarhum Amris. Dukungan itu disampaikan langsung Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau, Afrizal Hidayat yang mengaku tak ingin kecolongan seperti di Kampar.

" Ini momen bagus, koalisi partai cuma berdua. Jangan sampai kejadian Kampar berulang. Pembagiannya seharusnya juga lebih mudah. NasDem sudah menempatkan Walikota, jadi untuk wakilnya dari PPP. Almarhum pak Amris sebelum meninggal sudah resmi menjadi anggota kita, sudah kita sematkan jaket partai dan KTA," jelasnya.

Mengenai sosok yang akan diusulkan menjadi Wakil Wali Kota pengganti Amris, Afrizal dikutip daririauonline.co.id. mendorong Ketua DPC PPP Dumai, Samsul Bahri

" Kami berharap siapa yang berjuang, itu yang jadi. Tokoh yang berjuang itu ya ketua DPC Dumai, Bang Samsul dan pengurus," ujarnya.

Melihat latar belakang serta pengaruh yang dimiliki, Samsul Bahri dan Haslinar diprediksi bakal adu kuat. Apalagi masa jabatan wakil walikota yang tersisa lumayan lama. Selain itu posisi wakil kepala daerah sangatlah strategis bila dilihat dari tugas dan fungsi kepala daerah yang begitu besar. Peran dan fungsi wakil kepala daerah sangat penting dalam pemerintahan lokal.

“ Berangkat dari aturan yang ada, peluang mengisi kekosongan kursi wakil walikota itu ada pada Partai NasDem dan PPP. Nama yang muncul saat ini ada dua, yakni Samsul Bahri dari PPP dan Haslinar dari NasDem. Kita lihat saja nanti mana yang lebih kuat,” ujar Pengamat Politik, Syafwan Qarib kepada Kupas Media Grup.

Hanya saja menurutnya, kendati wakil kepala daerah memiliki peranan penting dalam pemerintahan, namun kepala daerah bisa menentukan apakah dirinya membutuhkan wakil atau tidak dalam melaksanakan sisa kepemimpinannya.

“ Dalam Pasal 176 hanya membahas mengenai mekanisme penggantian wakil kepala daerah yang berhalangan tetap. Tidak ada aturan yang menyebutkan keharusan untuk segera menyelenggarakan pengisian jabatan, serta tidak adanya penyebutan sanksi jika tidak segera melaksanakan pengisian jabatan wakil kepala daerah. Ini juga bisa menjadi celah bagi kepala daerah untuk memimpin sendirian sampai akhir masa jabatannya,” papar Syafwan Qarib.(*)

Penulis
Faisal
Tag:Dumai
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers majalahkupas.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online majalahkupas.com Hubungi kami: redaksi.majalahkupas@gmail.com