Terkait Kondisi RSUD Dumai, Tim Humas Berikan Penjelasan Resmi

Administrator
127 view
Terkait Kondisi RSUD Dumai, Tim Humas Berikan Penjelasan Resmi
NET.
Antrian di RSUD Dumai pasca mati lampu beberapa waktu lalu.

Tim Humas Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Kota Dumai memberikan penjelasan resmi terkait kondisi pelayanan yang sempat terganggu pasca meledaknya travo listrik milik rumah sakit beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, sejumlah persoalan lainnya juga dipaparkan guna meluruskan persoalan.

MENINDAKLANJUTI Konfirmasi tertulis yang dilayangkan Kupas Media Grup (K-MG) terkait terganggunya pelayanan kesehatan pasca meledaknya travo serta beberapa persoalan di rumah sakit yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, Tim Humas RSUD Dumai menanggapinya melalui penjelasan resmi. Berikut jawaban Tim Humas RSUD Dumai yang diterima redaksi melalui aplikasi WA yang dikirimkan dr Teguh:

1. Khusus untuk ruangan operasi tersedia genset emergensi. Selama pelaksanaan operasi pencahayaan yang digunakan sesuai dengan standar ruangan operasi.

2. RSUD selama ini ada kerjasama dengan Klinik Laboratorium Thamrin. Dan untuk pemeriksaan tertentu dapat dilakukan di Labor thamrin.

3. Penggunaan ventilator dapat digerakkan dengan 2 sumber, bisa menggunakan listrik dan baterai.

4. Reagen untuk pemeriksaan analisa gas darah tersedia. Kestabilan penggunaan alat tersebut memakai daya voltase yang stabil.

5. Klaim pasien covid bulan Desember 2020 sudah diajukan rumah sakit melalui mekanisme juknis yang sudah diatur. Namun verifikator BPJS Kesehatan Kota Dumai mendisputekan beberapa klaim yang diajukan dan selanjutnya menunggu verifikasi akhir dari Kementerian Kesehatan

6. Ada beberapa persyaratan yang untuk operasional alat (cath lab) tersebut salah satunya dari persyaratan pusat yang masih dalam proses dan sudah ditindaklanjuti oleh RSUD Dumai.

7. Tidak benar, karena sampai saat ini tidak ada arahan untuk melakukan penjagaan rumah pribadi Dirut RSUD Dumai.

Pada terbitan edisi sebelumnya, Koran Kupas memberitakan kondisi terganggunya pelayanan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, mulai pelayanan kesehatan hingga operasi yang kabarnya terpaksa menggunakan penerangan dari cahaya lampu telepon genggam. Tidak hanya itu, sejumlah peralatan medis juga tidak bisa digunakan secara maksimal.

Termasuk alat analisa gas darah serta alat bantu pernafasan (ventilator) untuk pasien covid 19. Untuk pemeriksaan labor pasien juga terpaksa dilakukan di Klinik Thamrin. Petugas medis kesulitan mengetahui kadar oksigen pada darah dan kabarnya terpaksa menggunakan perkiraan saja.

Salah seorang pasien yang menjalani operasi bedah juga sempat merasakan dampak matinya arus listrik di RSUD Dumai. Selama beberapa hari di rawat terpaksa tidur di kamar yang lumayan panas akibat tidak berfungsinya pendingin ruangan. Hanya ada penerangan lampu, namun juga tidak maksimal.

Sementara pasien lainnya yang menderita penyakit lambung mengaku terpaksa menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil ultrasonografi (USG). Padahal jika dalam kondisi normal hanya butuh satu hari.

“ Orang tua saya masuk ke RSUD Dumai hari Senin pagi pekan lalu. Hasil USG baru bisa diperoleh hari Kamis. Selama dirawat disana, pasokan air juga bermasalah,” ujar keluarga pasien tersebut.

Melihat pentingnya arus listrik, terutama untuk memfungsikan sejumlah peralatan medis, semestinya pihak managemen sudah sejak jauh hari melakukan penambahan daya travo di RSUD Dumai. Bukan sebatas bersolek mempercantik fisik bangunan, namun sepertinya lupa meningkatan sarana prasarana yang dibutuhkan.

“ Memperindah fisik bangunan itu bagus, tapi ada yang lebih penting, yakni meningkatkan sarana prasarana kesehatan yang dibutuhkan. Ini sampai ke parit saluran air di cat, sementara banyak yang lebih dibutuhkan. Kalaupun ada penambahan peralatan, justru tidak bisa dimanfaatkan. Contohnya pengadaan Cathlab kurang lebih senilai 17 miliar rupiah yang hingga kini tidak bisa dimanfaatkan,” ujar sumber di RSUD kesal.

Selain itu minimnya obat-obatan di RSUD Dumai dirasakan praktisi media, Muhammad S Aidi yang membawa orang tuanya berobat ke RSUD Dumai belum lama ini. Untuk obat-obatan yang dibutuhkan, semuanya harus ditebus ke apotik yang ada di Dumai.

“ Aneh, rumah sakit minim stok obat-obatan. Setelah diperiksa, petugas medis mengarahkan saya untuk membeli sendiri obat-obatan ke apotik. Menurut saya managemen RSUD Dumai tidak mampu bekerja dengan baik,” tegas Muhammad S Aidi.

Ketidakmampauan pihak managemen RSUD Dumai itu juga terlihat pada pemenuhan hak-hak tenaga medis maupun perawat yang menangani pasien Covid 19. Klaim 29 pasien Covid 19 di BPJS kabarnya belum keluar sejak Desember 2020 hingga saat ini dan menyebabkan belum dibayarkannya hak-hak tenaga medis dan perawat.

Menyikapi kondisi yang ada itu, Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS diminta memberikan perhatian serius terhadap kinerja managemen RSUD Dumai. Apalagi ini juga menyangkut program prioritas kepala daerah dalam bidang peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.(*)

Penulis
Redaksi.
Tag:Dumai
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers majalahkupas.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online majalahkupas.com Hubungi kami: redaksi.majalahkupas@gmail.com