Managemen RSUD Dumai 'Memble'

Administrator
193 view
Managemen RSUD Dumai 'Memble'
Dok.
RSUD Dumai.

Pekan kemarin, menjadi hari-hari “menyakitkan” di rumah sakit. Situasi di RSUD Kota Dumai bak dalam kondisi sekarat. Tidak ada aliran listrik. Pasokan air juga putus-putus. Pasien yang tengah menjalani perawatan harus meningkatkan kesabaran. Mereka harus rela berpanas-panasan di kamar perawatan. Pasalnya alat pendingin ruangan tidak bisa difungsikan.

Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa keluar ruangan karena kepanasan dengan kondisi jarum infus masih terpasang di badan. Untuk mengurangi panas di dalam ruangan, pintu kamar pasien dibuka lebar-lebar.

Celakanya, bukan cuma alat pendingin yang mati. Sejumlah peralatan medis kabarnya juga tidak berfungsi maksimal. Termasuk alat analisa gas darah serta alat bantu pernafasan bagi pasien Covid 19. Untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, pemeriksaan labornya tidak bisa dilakukan di RSUD dan harus dikirim ke Klinik Thamrin.

Situasi yang memprihatinkan itu buntut dari meledaknya travo listrik milik RSUD Dumai. Diduga pemicunya karena tidak sebandingnya beban dengan kapasitas travo listrik itu. Peristiwa yang terjadi itu, makin membuka bobroknya managemen yang ada di RSUD Dumai. Jika pihak managemen tidak lalai, semestinya peristiwa itu tidak perlu terjadi.

Apalagi Peraturan Menteri Kesehatan nomor 2306 6/MENKES/PER/XI/2011 tentang persyaratan teknis prasarana instalasi elektrikal rumah sakit, pada Pasal 1 telah mengatur rumah sakit untuk mewujudkan instalasi listrik yang berkualitas sesuai dengan fungsinya, andal, efisien, serasi dan selaras dengan lingkungan serta terselenggaranya fungsi prasarana instalasi elektrikal rumah sakit yang menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan memberikan kemudahan bagi pengguna instalasi elektrikal di rumah sakit.

Pelayanan kesehatan yang baik merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus diwujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pasal 3UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit menegaskan bahwa penyelenggaraan rumah sakit bertujuan untukmempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit serta meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit.

Menyikapi kondisi yang ada, dituntut ketegasan kepala daerah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja managemen RSUD Dumai. Ini tidak hanya terkait prioritas program kerja di bidang kesehatan, namun juga menyangkut nyawa dan keselamatan manusia. Copot saja mereka-mereka yang tak mampu bekerja !.(*)

Tag:DumaiRSUD
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers majalahkupas.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online majalahkupas.com Hubungi kami: redaksi.majalahkupas@gmail.com