Kedepankan Aspek HSE, Pertamina RU II Yakinkan Warga untuk Tetap Tenang

Administrator
84 view
Kedepankan Aspek HSE, Pertamina RU II Yakinkan Warga untuk Tetap Tenang
Dok/Net
Kilang Minyak Pertamina RU II Dumai.

MASIH segar di ingatan, peristiwa yang menghebohkan Indonesia beberapa hari lalu, saat kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu terbakar. Kebakaran Kilang minyak yang mulai beroperasi pada 1994 ini terjadi pada 00.45 WIB, Senin (29/3/2021) kemarin.

Akibatnya Pertamina menghentikan aliran minyak agar api tidak menjalar ke tempat lain. Kebakaran tersebut juga menyebabkan sebanyak 932 jiwa terpaksa diungsikan.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Kota Dumai, khususnya area ring I kilang Pertamina Refenery Unit (RU) II merasa cemas dan khawatir. Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat terjadi peristiwa yang hampir mirip, dimana ada bagian kilang terbakar hingga menyebabkan lampu areal operasional kilang padam.

Ratusan warga berhamburan keluar rumah dan mendatangi kantor Pertamina RU II yang hanya bersebrangan dengan aktivitas kilang. Mereka protes atas tidak lambatnya indentifikasi dini serta peringatan untuk masyarakat.

Peristiwa yang terjadi pada malam saat itu mengagetkan warga akibat adanya ledakan yang buat warga berhamburan keluar rumah. Terutama penduduk di pemukiman yang hanya berjarak kurang dari lima kilometer.

Menjawab kecemasan warga tersebut, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Refinery Unit II, Imam Rismanto menjelaskan kepada Majalah Kupas bahwa keamanan dan keselamatan di kilang, Pertamina menetapkan standar yang tinggi diseluruh wilayah operasional, tidak terkecuali kilang RU II Dumai.

"Pertamina berkomitmen menyelaraskan kegiatan bisnis perusahaan selaras dengan upaya pengendalian terhadap aspek Health Safety & Environmental (HSE) salah satunya dengen cara melakukan pencegahan dan penangulangan terjadinya kecelakaan kerja termasuk resiko kebakaran melalui pengintegrasian aspek HSE dalam teknologi dan sistem.

Seluruh fasilitas Kilang terpantau oleh sistem kamera CCTV, Fire Gas Detector Sistem dan didukung oleh Patroli Rutin."Apabila terjadi bahaya, sistem alarm dalam Kilang akan memberiatahukan dan ini akan kita komunikasikan melalui mekanisme yang ada seperti ke area Ring 1 melalui Lurah, LPKM, dan RT." jelasnya.

Ditambahkan Imam, mereka tidak meneloransi terhadap potensi error ini, yang pasti katanya, dalam seluruh kegiatan operasional, aspek HSE selalu dikedepankan.

"Seluruh orang yang bekerja di area kilang harus patuh, intervensi dan peduli terhadap aspek HSE. Patuh terhadap aturan yang ada, intervenesi bila ada pekerjaan atau cara yang salah dalam bekerja yang berpotensi terhadap keselamatan dengan cara menghentikan pekerjaan dan peduli terhadap lingkungan." tegasnya.***

Penulis
Megi Alfajrin
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers majalahkupas.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online majalahkupas.com Hubungi kami: redaksi.majalahkupas@gmail.com